fbpx

Ditulis oleh: Eldi Soraya, 4 September 2019

Di era ini banyak anak muda yang sudah mengalami penyakit serius seperti diabetes, kolesterol, penyakit jantung atau penyakit lainnya karena terlalu sibuk menghadapi kehidupan yang begitu berat hingga lupa mengatur pola hidup. Hal tersebut mendorong diri untuk mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat. Memang tidak mudah mengubah kebiasaan hidup, namun, demi kehidupan dan masa depan yang lebih baik, saya mencoba untuk diet. Apa itu diet? Banyak yang salah paham akan pengertian diet dengan mengubah porsi makan menjadi sesedikit mungkin atau memotong dengan ekstrem salah satu jenis nutrisi tertentu seperti karbohidrat. Padahal, saat kita mengonsumsi makanan kurang dari apa yang kita butuhkan akan menyebabkan kerusakan metabolisme seperti gangguan fungsi hormonal, stress, penumpukan lemak hingga kerusakan organ tubuh. Diet adalah bagaimana kita mengubah keseluruhan kebiasaan hidup ke arah yang lebih sehat, bukan menyiksa diri.

Hal utama yang penting dalam gaya hidup sehat adalah konsisten dalam menjaga keseimbangan antara pola makan, latihan, dan stress. Kerasa banget sih saat mencoba rutin olah raga dan “clean eating” tubuh terasa lebih nyaman, ringan dan jarang sakit. Perlu diingat kalau target diet sehat adalah sehat bukan kurus karena tanpa disadari penurunan berat badanpun akan mengikuti, anggap aja berat dan bentuk badan yang ideal itu bonus.

Pola makan menyumbang 80% dari kesuksesan pola hidup sehat, diikuti oleh 20% olahraga yang konsisten, aktif bergerak dan hindari stress. Karena makanan ini memiliki peranan yang tinggi, untuk mendapatkan manfaat dari apa yang kita makan secara maksimum kita perlu menjaga kesehatan sistem pencernaan agar dapat memproses makanan dengan baik. Hal tersebut dapat diperoleh melalui:

  • Clean eating atau mengutamakan konsumsi real food yaitu makanan yang tidak banyak diproses dan tidak ditambah bahan tambahan lainnya seperti makanan yang direbus atau dipanggang sebentar, sayur serta buah-buahan segar yang kaya akan vitamin dan mineral.
  • Membatasi makanan yang diproses berat yaitu makanan yang melalui banyak proses seperti fast food, makanan berlemak, kue-kue manis berkadar gula tinggi dan kawan-kawannya. Makanan seperti ini tinggi secara kalori namun tidak membuat kenyang, jadi biasanya hanya untuk memenuhi nafsu bukan kebutuhan tubuh. Selain dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes, konsumsi gula berlebih akan disimpan tubuh sebagai lemak-lemak gelambir. Konsumsi makanan berlemak tinggi dan gorengan juga meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Mengurangi stress melalui istirahat dan minum air mineral yang cukup
  • Mencukupi kebutuhan serat dan mengonsumsi prebiotik dan probiotik untuk membantu kerja usus dalam mencerna makanan.

Apa itu probiotik dan prebiotik?

Manusia memiliki ribuan jenis bakteri di dalam tubuh. Bakteri ini dibagi menjadi bakteri normal dan patogen (yang menimbulkan penyakit). Probiotik adalah istilah untuk bakteri yang bekerja membantu fungsi normal tubuh dan menjaga keseimbangan kedua jumlah bakteri. Saat jumlah bakteri patogen berlebih, sistem keseimbangan tubuh akan rusak dan timbulah penyakit infeksi. Untuk mendukung pertumbuhan dan memperkuat pertahanan probiotik dibutuhkan prebiotik yang merupakan sumber makanannya.

Penelitian menunjukan bahwa probiotik dapat melindungi fungsi pertahanan usus, berkompetisi dengan patogen dan menjaga keseimbangan jumlah kedua jenis bakteri. Selain itu probiotik dapat melancarkan pencernaan, menurunkan tingkat stress, menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Prebiotik banyak ditemukan pada buah dan sayur yang mengandung karbohidrat kompleks seperti serat dan probiotik dapat diperoleh dari makanan hasil fermentasi seperti yogurt, kombucha dan kimchi. Yogurt diperoleh dari hasil fermentasi susu dengan beberapa jenis bakteri seperti Lactobacillus dan Streptococcus yang akan tetap tinggal di produk akhir. Konsumsi yogurt juga dapat menjaga kesehatan pencernaan, mencegah konstipasi, diare, kanker kolon dan sindrom iritasi usus besar.

Saat ini, banyak banget beredar produk yogurt dipasaran, namun tidak semua produk mengandung bakteri hidup yang masih bertahan di produk akhir auntuk dapat berperan optimum dalam menjaga kesehatan pencernaan. Singkat cerita saya sempet memilih-milih yogurt yang ada di pasaran nih, eeeh nemulah brand Yoforia.

Yoforia mengandung probiotik berupa Lactobacillus delbruckli subsp bulgaricus dan Streptococcus thermophylus tanpa melalui proses pemanasan di produk akhirnya. Hal ini menjaga jumlah kedua bakteri pada produk yang dihasilkan, karena proses pemanasan dapat membunuh bakteri. Banyak dari yogurt di pasaran melalui proses pemanasan sehingga yogurt tidak akan bekerja optimum. Selain itu, yoforia juga mengandung serat pangan dari buah jeruk alami yang berperan sebagai prebiotik untuk mendukung pertumbuhan dan kerja probiotik.

Serat sendiri merupakan karbohidrat kompleks yang dapat mengembang di usus, menghambat penyerapan lemak, gula dan pengosongan lambung sehingga dapat membuat kenyang lebih lama, cocok banget buat sobat-sobat diet semua. Rasa yang ditawarkan juga beragam dan berasal dari buah asli seperti Peach Delight, Berry Smooth, Soursop Bliss, Coffee Cream, Blueberry Good, dan Authentique. Sungguh kesegaran yang hakiki bukan?

Dari hal tersebut, bisa disimpulkan kalau yogurt merupakan alternatif sarapan yang wajib ditambahkan dalam daftar menu makan harian demi mengawali hari yang sehat karena kesehatan pencernaanmu diawali dari makanan yang sehat. Yogurt ini juga dapat menjadi alternatif sumber protein yang dapat dikombinasikan dengan rolled oat, dan buah-buahan untuk memperkaya serat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, so masih ragu untuk mengonsumsi yogurt tiap hari?

Referensi:

Adolfsson, O., Meydani, S.N. and Russell, R.M., 2004. Yogurt and gut function. The American journal of clinical nutrition80(2), pp.245-256.

Saavedra, J.M., 2007. Use of probiotics in pediatrics: rationale, mechanisms of action, and practical aspects. Nutrition in clinical practice22(3), pp.351-365.

%d bloggers like this: